Salah satu fungsi antivirus adalah mencegah virus
menginfeksi komputer. Meski saat ini banyak antivirus yang mempunyai proactive
detection ( kemampuan mendeteksi virus baru yang belum masuk database virus )
yang bagus, tetapi jika komputer sudah terinfeksi virus, biasanya antivirus yang
ter-install tidak bisa berbuat banyak.
Mengapa seperti itu ? Ya, jika Komputer sudah terinfeksi virus, biasanya hal pertama yang dilakukan virus adalah menon-aktifkan antivirus yang ada, jika tidak berhasil maka virus akan mencegah antivirus untuk menghapus dirinya. Lalu bagaimana jika hal ini terjadi ?
Mengapa seperti itu ? Ya, jika Komputer sudah terinfeksi virus, biasanya hal pertama yang dilakukan virus adalah menon-aktifkan antivirus yang ada, jika tidak berhasil maka virus akan mencegah antivirus untuk menghapus dirinya. Lalu bagaimana jika hal ini terjadi ?
Ada beberapa cara jika komputer sudah terinfeksi, dan virus yang sudah
terinstall tidak sanggup menanganinya.
1. Install atau
gunakan antivirus lain
Jika masih bisa di install Antivirus lain,
maka sebaiknya di coba. Gunakan program antivirus terbaru,
langsung scan jika sudah selesai install atau akan lebih baik jika di update
terlebih dahulu. Mungkin untuk kebanyakan antivirus hal ini tidak berhasil,
karena virus biasanya sudah mengantisipasi hal ini.
Alternatifnya, gunakan antivirus baru.
Misalnya RISING Antivirus 2009 Free Edition, yang baru saja di release. Antivirus
ini cukup bagus, sebelumnya saya pernah menginstall komputer teman dengan Avira
yang ternyata sudah terkena virus, sehingga installasi tidak berhasil. Kemudian
saya coba antivirus ini dan bisa mendeteksi virus yang menginfeksi komputer.
2. Scan Hardisk di
Komputer lain
Jika mempunyai beberapa komputer atau ada
teman yang mempunyai komputer dengan antivirus yang selalu update, maka cobalah
scan di komputer tersebut. Cara terbaik adalah dengan melepas hardisk dan
dipasang di komputer teman tersebut, kemudian baru di scan secara menyeluruh.
Hal ini memang memerlukan ilmu tentang
pasang memasang hardisk (teknis mengenai perangkat komputer), sehingga mungkin
jika belum pernah akan mengalami kesulitan. Sebaiknya ditanyakan ke teman yang
lebih tahu. Selain itu hal ini biasanya tidak bisa dilakukan di Laptop yang
masih garansi, karena jika melepas hardisk, maka biasanya merusak label garansi
di Laptop tersebut. Jadi mungkin dengan cara ketiga.
3. Scan dengan
antivirus di Bootable CD
Bootable CD yang dimaksud disini merupakan
CD yang berisi sistem operasi (baik sederhana maupun kompleks) yang bisa
dijalankan komputer tanpa memerlukan hardisk. Dengan begitu, semua program yang
ada di hardisk, termasuk virus dijamin tidak bisa berjalan, tetapi bisa diakses
melalui Bootable CD ini.
Ada beberapa Bootable CD Gratis yang sudah
disertakan antivirus dan bisa dimanfaatkan, antara lain :
·
Ultimatebootcd (UBCD), Bootable CD ini berbasis DOS,
sehingga mungkin bagi yang belum terbiasa akan kesulitan. Selain itu Antivirus
yang disertakan hanya F-Prot Antivirus for DOS ( Virus definition: 4 May 2007),
McAfee Antivirus Scanner 4.40.0 (Virus definition: 3 May 2007) dan BugHunter.
Sehingga sepertinya tidak mencukupi karena tidak update lagi.
·
UBCD4Win (Ultimate Boot CD for Windows). Ini merupakan
pengembangan dari UBCD, dan sudah berbasis windows XP sehingga lebih memudahkan
penggunanya. Tetapi untuk membuat Bootable CD-nya diperlukan CD Instalasi
Windows XP. Ukurannya cukup besar, yaitu sekitar 230 MB.
·
AntiVir Rescue System, Bootable CD ini berbasis Linux.
Dibanding Bootable CD sebelumnya, AntiVir Rescue System merupakan Bootable CD
yang khusus menangani virus, selain itu aplikasi ini selalu update, bahkan
mungkin setiap hari selalu ada tambahan virus baru, sehingga sangat bermanfaat.
Jika hanya digunakan untuk menangani
virus, maka AntiVir Rescue System lebih unggul. Selain besarnya hanya sekitar
55 MB (UBCD4Win sekitar 230 MB) AntiVir Rescue System senantiasa update,
sehingga lebih mampu mendeteksi virus-virus baru. Tetapi jika memerlukan
aplikasi lain, untuk perbaikan, recovery, mengecek hardware dan lainnya, maka
UBCD4Win jelas lebih unggul.
Tetapi sayang untuk AntiVir Rescue System,
ketika saya mencoba versi 11 Juli 2008 kemarin belum bisa digunakan, dan muncul
tulisan bahwa ini versi DEMO. Setelah cai-cari informasi di forum, sepertinya
memang ada yang salah dengan filenya (ISO). Dan sepertinya perbaikan baru akan
dirilis September 2008 nanti. Sampai saat ini saya belum mencobanya lagi
4. Scan dan
hapus virus secara manual
Cara ini bisa dilakukan bagi yang sudah
cukup familiar dengan Sistem operasi khususnya windows, berbagai teknik virus
(menyebar, menginfeksi dll), berbagai informasi tentang file atau directory
komputer dan lainnya. Cara ini sebaiknya dilakukan melalui Bootable CD ( bisa
digunakan Bootable CD dari cara ke 3 diatas atau dengan Linux Live CD seperti
Ubuntu, Knoppix dan lainnya.
5. Install ulang
Ini mungkin alternatif terakhir jika
cara-cara diatas tidak bisa atau ingin cara cepat. Tetapi dengan selesainya
install ulang tidak menjamin komputer bebas virus lagi, bisa saja virus
menginfeksi program lainnya yang di install kemudian. Selain itu jika kita
sudah meng-install program komputer yang cukup banyak, maka bisa jadi install
ulang memerlukan waktu cukup lama dan melelahkan.
Cara ini mungkin juga tidak bisa dilakukan
jika komputer/laptop sudah di install Sistem operasi sejak kita beli (Software
OEM), karena biasanya tidak disertakan CD Instalasinya. Yang jelas jika ingin
menginstall ulang, pastikan CD Driver komputer/laptop sudah tersedia. Selain
itu sebaiknya diketahui dulu virus apa yang menginfeksi komputer sebelum
menginstall ulang.
Cara Lain ?
Ya mungkin masih ada cara lain, seperti
scan online, format hardisk (cara ekstrim sepertinya..) atau cara-cara lain.
Jika ada masukan cara lain membasmi virus yang terlanjur menginfeksi komputer
silahkan dilengkapi.
Sumber: zifoe.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar