Pages

Kamis, 07 Juni 2012

Auditory Otak Kanan Death Metal Cocok Untuk Treatment Islamophobia

Islamophobia merupakan salah satu gejalah phobia (ketakutan) yang tidak tercantum dalam daftar phobia dalam ilmu jiwa. Islamophobia adalah ketakutan yang tidak mendasar terhadap Islam, khususnya yang berhubungan dengan aplikasi syariah dan jihad. Ketakutan distimulasi dengan output dan stigmasi yang menyeramkan terhadap aplikasi s...yariah dan jihad. Seolah Islam itu adalah bombing dan qishash. Islamophobia tidak hanya menjangkit orang orang ghairul islam, namun telah mewabah sebagai pandemi (global) yang akut. Symptom (gejala) Islamophobia terlihat pada pribadi pribadi yang antipati terhadap risalah Islam, dari memusuhi hingga sabotase sabotase pemikiran (Ghazwul fikr). Treatment Islamophobia bermacam macam, mulai dari tarbiyah ala pondok pesantren hingga gaya street fighter yang unik, termasuk dari komunitas musik yang sepertinya lagi ngetrend dan booming. Pada kali ini saya akan mencoba menilik sisi stimulasi AUDITORI OTAK KANAN DEATH METAL terhadap treatment ISLAMOPHOBIA. Mekanisme kerja belahan otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif dan holistik. Cocok dengan karakter DEATH METAL, cepat, akselerasi speed rhytm gitar yang tinggi ,selipan melodi gitar yang samar-samar dan lama-lama berubah menjadi alternate picking dan tremolo picks. Serta distorsi yang banyak memainkan power cord. Double bass drum yang sangat bertenaga, dan diimbangi dengan pukulan Snare Drum dengan gaya meledak-ledak .Karakter ini cukup kuat untuk mendobrak kebuntuhan akal lewat sistim pendengaran (Auditory). Tinggal penanaman tarbiyah lewat lirik, maka sangat efektif untuk BRAIN WASHING islamophobia. Otak kanan spesialisasinya diarahkan pada hal-hal yang bersifat non verbal seperti perasaan dan emosi, kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, keindahan, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi. Sehingga mudah mengingat sesuatu, termasuk treatment treatment ISLAMOPHOBIA. surat Al Mukmin ayat 67, dalam proses penciptaan manusia hingga lanjut usia, semua organ tubuh dan kondisinya dilukiskan sebagai obyek pasif sedang akal (otak) diperlakukan sebagai obyek aktif. “Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian Dia mengeluarkan kamu sebagai anak kecil, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai pada kedewasaanmu, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu menjadi tua. Dan diantara kamu ada orang yang diwafatkan sebelum itu, dan (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu smpai pada waktu yang telah ditentukan, dan supaya kamu mengerti (‘ta’qiluuna’). (Surat Al Mukmin ayat 67). Kata ‘ta’qiluuna’ banyak terdapat dibeberapa ayat dalam Al Qur’an yang memiliki makna perintah atau amar agar manusia berusaha untuk menggunakan akalnya dan memanfaaatkannya pada posisi diaktifkan (‘on’ – ‘activited’) agar mengerti hakekat kejadian dan memahami hikmah rangkaian dengan kejadian sebelum dan sesudahnya serta kejadian-kejadian lain disekitarnya. Treatment auditori deathmetal hampir sama sistimatika kinerjanya dengan treatment adzan pertama saat bayi lahir. Saat bayi dilahirkan otaknya akan mendapat rangsangan pertama dari pengaruh luar, dimana akan terekam getaran-getaran lembut pada auditory. Kesempatan inilah yang agaknya banyak dimanfaatkan orang tua atau ayah dari anak yang baru lahir dengan kumandang alunan adzan ditelinga kanan dan kiri sebagai tulisan atau sibghoh (celupan)/ sibhotulloh (Celupan Ilahi) pertama yang paling dekat dengan fitrah auditori. 

Sumber: xtreme-zine.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar