Auditory Otak Kanan Death Metal Cocok Untuk Treatment Islamophobia
Islamophobia
merupakan salah satu gejalah phobia (ketakutan) yang tidak tercantum dalam
daftar phobia dalam ilmu jiwa. Islamophobia adalah ketakutan yang tidak
mendasar terhadap Islam, khususnya yang berhubungan dengan aplikasi syariah dan
jihad. Ketakutan distimulasi dengan output dan stigmasi yang menyeramkan
terhadap aplikasi s...yariah dan jihad. Seolah Islam itu adalah bombing dan
qishash. Islamophobia tidak hanya menjangkit orang orang ghairul islam, namun
telah mewabah sebagai pandemi (global) yang akut. Symptom (gejala) Islamophobia
terlihat pada pribadi pribadi yang antipati terhadap risalah Islam, dari
memusuhi hingga sabotase sabotase pemikiran (Ghazwul fikr). Treatment
Islamophobia bermacam macam, mulai dari tarbiyah ala pondok pesantren hingga gaya
street fighter yang unik, termasuk dari komunitas musik yang sepertinya lagi
ngetrend dan booming. Pada kali ini saya akan mencoba menilik sisi stimulasi
AUDITORI OTAK KANAN DEATH METAL terhadap treatment ISLAMOPHOBIA. Mekanisme
kerja belahan otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif dan holistik.
Cocok dengan karakter DEATH METAL, cepat, akselerasi speed rhytm gitar yang
tinggi ,selipan melodi gitar yang samar-samar dan lama-lama berubah menjadi
alternate picking dan tremolo picks. Serta distorsi yang banyak memainkan power
cord. Double bass drum yang sangat bertenaga, dan diimbangi dengan pukulan
Snare Drum dengan gaya meledak-ledak .Karakter ini cukup kuat untuk mendobrak
kebuntuhan akal lewat sistim pendengaran (Auditory). Tinggal penanaman tarbiyah
lewat lirik, maka sangat efektif untuk BRAIN WASHING islamophobia. Otak
kanan spesialisasinya diarahkan pada hal-hal yang bersifat non verbal seperti
perasaan dan emosi, kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, keindahan,
musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi. Sehingga mudah
mengingat sesuatu, termasuk treatment treatment ISLAMOPHOBIA. surat Al
Mukmin ayat 67, dalam proses penciptaan manusia hingga lanjut usia, semua organ
tubuh dan kondisinya dilukiskan sebagai obyek pasif sedang akal (otak)
diperlakukan sebagai obyek aktif. “Dialah yang menciptakan kamu dari tanah
kemudian dari setetes air mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian Dia
mengeluarkan kamu sebagai anak kecil, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya
kamu sampai pada kedewasaanmu, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu
menjadi tua. Dan diantara kamu ada orang yang diwafatkan sebelum itu, dan (kamu
dibiarkan hidup) supaya kamu smpai pada waktu yang telah ditentukan, dan supaya
kamu mengerti (‘ta’qiluuna’). (Surat Al Mukmin ayat 67). Kata ‘ta’qiluuna’
banyak terdapat dibeberapa ayat dalam Al Qur’an yang memiliki makna perintah
atau amar agar manusia berusaha untuk menggunakan akalnya dan memanfaaatkannya
pada posisi diaktifkan (‘on’ – ‘activited’) agar mengerti hakekat kejadian dan
memahami hikmah rangkaian dengan kejadian sebelum dan sesudahnya serta
kejadian-kejadian lain disekitarnya. Treatment auditori deathmetal hampir sama
sistimatika kinerjanya dengan treatment adzan pertama saat bayi
lahir. Saat bayi dilahirkan otaknya akan mendapat rangsangan pertama dari
pengaruh luar, dimana akan terekam getaran-getaran lembut pada auditory.
Kesempatan inilah yang agaknya banyak dimanfaatkan orang tua atau ayah dari
anak yang baru lahir dengan kumandang alunan adzan ditelinga kanan dan kiri
sebagai tulisan atau sibghoh (celupan)/ sibhotulloh (Celupan Ilahi) pertama
yang paling dekat dengan fitrah auditori.
Sumber: xtreme-zine.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar